Sabtu, 11 Oktober 2014

Laporan Penggunaan Dana Yayasan Tahap I

YAYASAN  NURUL  KAHROBA  
LAPORAN PENGGUNAAN DANA ADMINISTRASI DAN
PEMELIHARAAN FISIK MASJID NURUL KAHROBA BANJARBARU
No Uraian Masuk
1 Pinjaman dari Bendahara Masjid Nurul Kahroba 20,000,000.00
No Uraian Keluar
2 Perlengkapan Administrasi Yayasan  
  2.1.  Stempel 100,000.00
  2.3.  Cap Surat + Amplop 165,000.00
  2.3.  ATK 290,000.00
3 Penyempurnaan/Pengecatan Fisik Masjid  
  3.1.  Bahan Cat 3,499,000.00
  3.2.  Lesplang   4 m 312,000.00
4 Perbaikan/Pengecatan Pagar Masjid  
  4.1.  Bahan Cat 1,342,000.00
  4.2.  Roda Pagar Masjid 130,000.00
  4.3.  Minyak/Bensin 82,000.00
5 Renovasi Dapur  
  5.1.  Bahan Bangunan 5,304,000.00
  5.2.  Gorong-Gorong 300,000.00
  5.3.  Upah Penggalian 450,000.00
  5.4.  Pasir Plesteran 220,000.00
6 Bahan Keperluan Lain-Lain  
  6.1.  Peralatan Kerja 128,000.00
  6.2  Tiang Papan Tulis 450,000.00
  6.3  Alat Kebersihan 80,000.00
  6.4.  Kotak Sumbangan 500,000.00
  6.5.  Karpet + dinding 202,000.00
  6.6.  Baterai Microfon (4) 20,000.00
7 Sound  System 4,057,000.00
8 Konsumsi Tukang 13/9/14   s.d.   28/9/14  
  8.1.  Kue/Snack 436,000.00
  8.2.  Nasi Bungkus/makan 883,000.00
  8.3.  Air Mineral  9 dus 148,000.00
  8.4.  Gula + Teh 31,000.00
  8.5.  Rokok Tukang Cat 56,000.00
9 Bon Tukang 600,000.00
                           JUMLAH 19,785,000.00
                           SISA 215,000.00

---------------------------------------------------------------------------

                            Banjarbaru,29 September 2014
                            Yayasan Nurul Kahroba
                            Ttd,

Ketua                                                       Bendahara




(H.M. Taslim)                                          (H.M. Darmawi, SE)

--------------------------------------------------------------------------

Senin, 06 Oktober 2014

Khutbah Idul Adha 1435 H

Alhamdulillah, marilah kita bersama-sama dipagi hari yang mulia ini, untuk memanjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Seru Sekalian Alam dengan ungkapan yang paling tulus dan syahdu, dari lubuk hati yang paling dalam. Dan seiring dengan itu kita sampaikan pula shalawat dan salam kepada Junjungan Alam, Nabi Besar Muhammad SAW, kepada ahli keluarga, para sahabat dan para pengikutnya ila yaumil giyamah.
Pada pagi hari ini kita kumandangkan kalimat takbir, tahlil dan tahmid, "Allahu Akbar Allahu Akbar, laailaahaillahu wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamdu". 
Dengan takbir, kita senantiasa memantapkan kesadaran kita betapa maha agungnya Allah dan betapa kecilnya kita yang disebut manusia ini.
Dengan tahlil kita tetap berkeyakinan secara bulat dan utuh bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Allah itulah Sang Maha Pencipta, Maha Pelindung serta Penguasa Semesta Alam, kepunyaan Allah semua manusia dan pada gilirannya semua manusia akan kembali kepada Allah.
Dengan tahmid kita senantiasa memanjatkan segala pujian kepada Allah pemilik segala puji atas nikmat-nikmat yang setiap saat kita terima dalam hidup ini..
   الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Dengan tahlil kita tetap berkeyakinan secara bulat dan utuh bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Allah itulah Sang Maha Pencipta, Maha Pelindung serta Penguasa Semesta Alam, kepunyaan Allah semua manusia dan pada gilirannya semua manusia akan kembali kepada Allah.
Pada Hari Raya Idul Adha ini, ada 3 peristiwa penting yang dijadikan momentum bersejarah bagi kehidupan umat manusia.
Peristiwa pertama :  Secara serempak umat islam diundang oleh Allah SWT untuk melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah.  Bayangkan betapa banyak tempat yang digunakan umat islam dijagat raya ini untuk shalat Idul Adha.  Ini adalah momentum aksi serentak yang melambangkan kesatuan dan persatuan kaum muslimin.
Peristiwa kedua  :   Bergelimpangannya ternak kurban berjuta-juta dan mengalirnya tetesan darah tanda pengorbanan umat islam. Peristiwa kurban umat islam dihari raya Adha dan hari-hari tasyrik berikutnya merupakan perwujudan taat kepada Allah SWT, dan kurban juga adalah salah satu kegiatan sosial yang melambangkan kasih sayang kepada sesama umat, bahkan kepada seluruh alam. Penyembelihan  hewan kurban ini mempunyai dampak positif terhadap penyaksian problema kemasyarakatan. Disamping itu juga peningkatan jiwa semangat pengorbanan.
Peristiwa ketiga  :  Ibadah haji di Tanah Suci Mekkah Al Mukarromah yang dilaksanakan oleh kaum muslimin yang mendapat limpahan karunia memperoleh panggilan Allah SWT.  Ini adalah muktamar dunia yang dihadiri berbagai bangsa, bahasa dan rasa yang menyerukan seruan yang sama, yakni Takbir, Tahlil dan Tahmid. Suaranya membahana, seirama satu tujuan yaitu menyahut panggilan Allah SWT.  Seluruh hari-hari di Tanah Suci selama menunaikan ibadah haji menjadi ibadah, seluruh langkah dan ucapan merupakan ibadah yang bernilai pahala disisi Allah SWT.
Ma,asiral muslimin jamaah shalat idul adha rahimakumullah...
Hari raya idul adha disebut juga hari raya kurban, maksudnya selain kita kaum muslimin disuruh untuk memuja dan memuji Allah SWT dalam bentuk shalat idul adha,  berzikir, bertakbir, bertahlil dan bertahmid, kita juga disuruh untuk melaksanakan penyembelihan kurban, berwujud penyembelihan binatang ternak, menurut hukum yang telah disyariatkan sebagaimana firman Allah SWT :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ -١- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ -٢- إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ -٣
artinya :
"Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah, Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus".
Kata kurban pada ayat diatas berarti pendekatan. Maksudnya dengan menyembelih binatang kurban itu, kita telah berbuat sesuatu yang mendekatkan diri kita kepada ridho Allah dan rahmat ampunan-Nya. Dengan mengorkabkan harta yang kita pergunakan untuk membeli kambing, domba, sapi ataupun kerbau, kita telah berbuat sesuatu yang diridlai Allah, yang kemudian hewan itu kita sembelih, dan dagingnya selain kita makan, sebagian kita bagikan kepada fuqoro dan masakin, sehingga terasa benar bagi mereka akan kenikmatan dan keagungan hari raya Idul Adha.  Allah SWT berfirman :

(لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ ) [Surat Al-Hajj : 37]
bahwa Allah tiadalah akan menerima daging-daging yang menjadi kurban dan tiada pula akan darah-darahnya melainkan Allah SWT menerima takwa dari mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan menerima pengurbanan yang disertai keridlaan dalam bentuk kepatuhan dan ketaatan keapada Allah SWT.
Hadirin hadirat jamaah shalat idul adha yang berbahagia....
Jika pada hari raya Idul Fitri kita mengeluarkan zakat fitrah yang tujuannya untuk menyantuni kehidupan masyarakat yang tak mampu, maka penyembelihan kurban pada hari raya idul adha, dan hari-hari tasyrik berikutnya, juga dalam rangka menyantuni kepentingan hidup masyarakat itu sendiri.
Agama islam mempunyai pendirian, bahwa kehidupan yang aman dan adil makmur didunia ini, tak mungkin akan terwujud apabila para dlu'afa, fuqoro dan masakin tiada mendapat layanan dari masyarakat yang berada dan mampu.
Para dlu,afa, fuqoro dan masakin adalah sendi dan tulang punggung kekuatan sesuatu masyarakat, dan mereka merupakan golongan yang harus mendapat perhatian kita yang utama dan pertama.  Betapa tidak,  karena segala hal yang menyangkut kehidupan kita didunia ini, banyak sekali tergantung kepada kaum jelata dan rakyat miskin.  Baik itu petani, buruh, nelayan dan lain-lainnya pada masyarakat kita, dimana mereka itu termasuk golongan orang-orang yang menderita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist yang artinya :
"Sesungguhnya kamu mendapat pertolongan, pembelaan serta rezeki, berkat jerih payah dan perjuangan orang-orang yang lemah"
Oleh karena itu, Rasulullah SAW telah menggariskan suatu sikap yang jelas terhadap masyarakat yang lemah ini, yaitu kepada mereka haruslah diberi pelayanan dan santunan yang memadai demi pembangunan dunia yang adil dan makmur, dimana tiap warga dunia itu mendapat haknya sesuai denagn kewajiban yang dibebankan atas diri mereka.  Hal tersebut dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Ma'aarij ayat 24 dan 25 :
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌ -٢٤- لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ -٢٥- 
"Dan dalam harta orang kaya itu, tersimpan hak-hak yang seharusnya diberikan kepada para peminta yang tak punya, dan juga mereka yang tak meminta karena malu meminta demi kehormatan dirinya".
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Saudara-saudara kaum muslimin muslimat Jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah....
Ibadah kurban yang akan kita laksanakan sesudah selesai shalat Idul Adha ini dan hari-hari tasyrik berikutnya adalah wujud ketaatan dan kepatuhan kita kepada perintah Allah SWT, dengan penuh perasaan ridho dan ikhlas hanya mengharap balasan dari Allah SWT semata, juga menjunjung ajaran dari Nabi Ibrahim AS, semoga dengan pengorbanan kita yang kecil dan sedikit ini  Allah SWT berkenan menerima dan membalasnya.  Hanya kepada Allahlah kita bermohon pertolongan dan ampunan dan hanya kepada Allahlah kita memohon taufiq dan hidayah, semoga Allah menunjukkan kita kejalan yang lurus, melapangkan hidup kita, memberi ilmu pengetahuan yang cukup, rezeki yang halal dan bermanfaat dan memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bahagia kehidupan kita didunia dan akhirat. Amin ya Robbal 'Alamin
الحمد لله والصلاة والسـلام على رسـول الله. سـيدنا محمد بن عبد الله وعلى اله وصحـبه ومن والاه . اوصـيكم ونفسى بتقـوى الله. واذا قـرئ القران فاستمـعوا له وانصـتوا لعـلكم ترحمـون .اعوذ .....

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ -١- فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ -٢- إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ -٣- 
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
=============================
Khatib :  Ust. Zakiani, S. HI











==============================

Rabu, 24 September 2014

SERAH TERIMA KETUA YAYASAN 2014


serah terima jabatan ketua yayasan nurul kahroba
Merujuk pada Anggaran Dasar Yayasan , pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2014 di Masjid Nurul Kahroba diadakan rapat Badan Pengurus dalam rangka pergantian Ketua Yayasan Nurul Kahroba. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari ketua lama Ir. H. Soedjono kepada ketua baru H. Muhammad Taslim untuk masa jabatan 2014 - 2017.

Serah terima dan penandatanganan disaksikan oleh :
  1. Dewan Pakar Masjid Nurul Kahroba : H. Adnan Nawawi
  2. Penasehat Masjid Nurul Kahroba :  Alriansyah Nuri
  3.  Ketua RW. 11  Loktabat Utara Banjarbaru  :  Kamsi
  4. Ketua RT. 20  Loktabat Utara Banjarbaru  :  Karno Witanto
  5. Tokoh Masyarakat / Jamaah Masjid  :  H. Abdul Muis

Mudah-mudahan dengan adanya pergantian kepengurusan yayasan ini akan membawa kepada perbaikan didalam pengelolaan masjid. Mendapatkan petunjuk, mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT untuk membawa masjid kearah kemakmuran. Amin yaa Robbal 'Alamin.





Senin, 22 September 2014

KHUTBAH JUMAT : SYARAT-SYARAT HAJI MABRUR

MASJID NURUL KAHROBA - KHUTBAH JUMAT
Jumat,  19 September 2014


Khatib :  Ust. Muhrian Noor, S. Ag
Bilal  : H. Syaifuddin

SYARAT-SYARAT HAJI MABRUR.
الحمد لله الذى هَدَى اَوْلِيَاءَهُ لِدِيْنِ الاسلَام, وَوَفَّقَهُمْ لِزِيَارَةِ بَيْتِهِ الحَرَام, وَخَصَّهُمْ بِالشَوْقِ اِلَى تِلْكَ الْمَشَاعِرِ الْعِظَام, وَحَطَّ عَنْ وَفْدِهِ جَمِيْعِ الاَوْزَارَ وَالاَثَام, اَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ على جَزِيْلِ الْفَضْلِ وَالاِنْعَام, وَاَشْكُرُهُ عَلَى مَا أَوْلَاهُ مِنَ التَّوْفِيْقِ وَالاِلْهَام, وَاشْهَدُ أن لااله الا اللهُ وحدَهُ لا شريك لهُ الْمُلْكُ الْحَقُّ السَّلَام, وأشهد أن محمدا عبدُهُ ورسولُهُ خيْرُ مُعَلِّمِ وَاِمَام, اللهم صلِّ على عبدِك ورسولِك محمدٍ وعلى اله واصحابِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَام, وسَلِّمْ تسليمًا كثيرا. اما بعد فيا ايها الناسُ اتَّقُوْا اللهَ تعالى اَلَّذِى اصْطَفَى لَكُمُ الِاسْلَام, وَفَضَّلَكُمْ بِهِ على كَافَةِ الْاَنَامِ.
معــاســـر المسـلمين ....
Marilah kita terus saling meng-ingatkan diri kita semua untuk selalu berusaha meningkatkan keima-nan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan cara semaksimal mungkin berusaha menjalankan semua perin-tahNya dan menjauhi segala apa yang dilarangNya, agar kita semua selamat didunia dan di akhirat kelak.
معــاســـر المسـلمين ....
Haji mabrur adalah dambaan dan cita-cita setiap muslim yang melaksanakan haji. Menurut Imam Al Asfihani menyebutkan bahwa haji mabrur ialah haji yang diterima (pahalanya) oleh Allah Swt.
Kalau kita ketahui dari asal katanya, mabrur adalah berasal dari kata al birru yang berarti kebaikan atau kebajikan. Mabrur berarti mengandung arti orangnya yaitu orang yang melakukan kebaikan atau kebajikan.
Dalam sebuah ayat Allah swt berfirman:

(لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ) [Surat Aal-E-Imran : 92]  
    
92. kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.  QS.3:92. Ketika digandeng dengan kata haji maka ia menjadi sifat yang mengandung arti bahwa haji tersebut diikuti dengan kebajikan.
Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang mengantarkan pelakunya menjadi lebih baik dari masa sebelumnya. Di dalam Al Qur’an juga menggunakan kata al birru untuk pengabdian yang terus menerus kepada orang tua wabarraan biwalidati. QS. 19:32. Orang-orang yang selalu mentaati Allah swt dan menjauhi segala yang dilarang disebut al abraar, kelak mereka dihari kiamat akan ditempatkan di surga. “Innal abraara lafii na’iem”. QS.82:13. Bila digabung antara ayat ini dengan hadits Rasulullah: “Al hajjul mabrrur laisa lahuu jazaan illal jannah.” HR Bukhari, nampak titik temu yang saling melengkapi, bahwa haji mabrur akan selalu ditandai dengan perubahan dalam diri pelakunya dengan mengalirnya amal saleh yang tiada putus-putusnya. Bila setelah berhaji seseorang selalu berbuat baik, sampai ia menghadap Allah swt, maka jelas ia akan tergolong kelompok al abraar dan pahala yang akan kelak ia dapatkan adalah surga.
Beradasarkan uraian di atas bahwa untuk mencapai haji mabrur ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:
Pertama, niat yang ikhlas karena Allah swt, bukan karena ingin dipuji orang dan berbangga-bangga dengan gelar haji. Seorang yang tidak ikhlas dalam beramal apapun termasuk haji, Allah swt akan menolak amal tersebut sekalipun di mata manusia ia nampak begitu agung dan mulia.
Kedua, memiliki bekal dalam melaksanakan ibadah haji yaitu bekal ilmu tentang syarat dan rukun haji dan bekal harta yang halal. Haji yang tidak dibekali dengan ilmu maka ibadah akan ditolak bahkan tidak diterima, seperti perkataan hukama:
من بغير علم يعمل اعماله مردودة لا تقبل
“Orang yang beramal tanpa ilmu semua amalnya ditolak dan tidak diterima”.
Haji yang dibekali dengan harta haram pasti Allah swt tolak. Rasulullah saw bersabda: “Sesunguhnya Allah baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Di akhir hadits ini Rasulullah menggambarkan seorang musafir sedang berdo’a tetapi pakaiannya dan makanannya haram, maka Allah tidak akan menerima doa tersebut.” HR. Muslim. Demikian juga ibadah haji yang dibekali dengan tanpa ilmu dan yang harta haram.
Ketiga, Dari niat yang ikhlas dan bekal ilmu dan harta yang halal akan lahir syarat yang ketiga: istiqamah. Istiqamah artinya komitmen yang total untuk mentaati Allah swt dan tunduk kepada-Nya, bukan saja selama haji, melainkan kapan saja dan di mana saja ia berada. Haji tidak akan bermakna jika sekembalinya dari tanah suci, seorang tidak menyadari identitas kehambaanya kepada Allah swt. Tuntunan syetan kembali diagungkan. Merebut harta haram dan kemaksiatan menjadi kebiasaannya sehari-hari. Bila ini yang terjadi, bisa dipastikan bahwa hajinya tidak mabrur. Karena haji mabrur akan selalu diikuti dengan kebajikan. Pribadi yang istiqamah setelah menjalankan ibadah haji, akan selalu tenang. Tidak plin-plan. Perilakunya jelas tidak berwarna-warni seperti bunglon. Apa yang Allah swt haramkan senantiasa ia hindari, dan apa yang diwajibkan selalu ia tegakkan secara sempurna.
Allah swt mengajarkan bahwa hanya iman dan harta halal yang bisa membuat seseorang selalu istiqamah mentaati-Nya. QS. 2:172, 23:51.
Istiqamah mempertahankan nilai-nilai haji, dan menahan diri dari segala bentuk kemungkaran sekecil apapun.
Seseorang yang naik haji akan di sebut haji mabrur setelah ia nampak bahwa hidupnya lebih istiqamah dan kebajikannya selalu bertambah sampai ia menghadap Allah SWT.
Akhirnya, marilah kita bersama-sama mendo’akan kepada jamaah haji akan berangkat ke tanah suci Mekkah mendapatkan keselamatan dalam perjalanan dan pulang ke tanah air dalam keadaan selamat serta mendapat haji yang mabrur. Amin Ya rab…..
الحمد لله والصلاة والسـلام على رسـول الله. سـيدنا محمد بن عبد الله وعلى اله وصحـبه ومن والاه . اوصـيكم ونفسى بتقـوى الله. واذا قـرئ القران فاستمـعوا له وانصـتوا لعـلكم ترحمـون .اعوذ .....


(الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ) [Surat Al-Baqara : 197]
È  
بارك الله لى ولكم ونفعـنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم. اقول قولى هذا واستـغفر الله العظيم.  انه هو الغفور الرحــيم .


Ust. Muhrian Noor, S, Ag

gotong royong (10 Foto)

Pada hari Minggu tanggal 21 September 2014 Masjid nurul Kahroba mengadakan kerja bakti atau gotong royong. Kegiatannya meliputi pembersihkan halaman masjid, pembersihan lapangan untuk tempat parkir (persiapan Idul Adha),  pengecatan masjid, teralis dan pagar.
Kegiatan dilaksanakan sejak pagi hari pukul 07.00 dan diikuti warga lingkungan Masjid Nurul Kahroba. Tidak ketinggalan hadir juga Ketua Yayasan H.M. Taslim dan Ketua Badan Pengelola H.A. Juanda, Lc. serta Ketua Rt. 20 Pak Karno Witanto. 

Pengecatan pagar masjid

Ketua BPM bersama calon remaja masjid

Anto lagi meratakan tanah halaman masjid

Pak ErTe...hati-hati bekerjanya yaa, jangan sampai jatuh...

Ada Rambo juga nih....

bersih-bersih lapangan untuk tempat parkir

Om Rosa nanti dulu menggalang dananya, kerja bakti dulu

Pak Ketua Yayasan...angkut pasir

Untuk tempat parkir persiapan Idul Adha

Tega nih tukang foto... belakang aja yang kelihatan
Terima kasih atas partisipasi warga yang sudah bersedia mengikuti kerja bakti. 
Sampai jumpa di kerja bakti berikutnya.

Sabtu, 20 September 2014

KELOMPOK QURBAN Masjid Nurul Kahroba 1435 H

MASJID NURUL KAHROBA BANJARBARU -  Info

Kurban (قربن)  atau disebut juga udhhiyah/dhahiyyah  secara harfiah berarti hewan sembelihan. Dalam fiqih islam berarti hewan yang dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah SWT berkenaan dengan tibanya Idul Adha. Pelaksanaannya adalah pada hari nahar (10 Dzulhijjah) atau hari-hari tasyrik (11,12,13 Dzulhijjah).

"Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Allah pencipta langit dan bumi dengan lurus (bertauhid) dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik.  Sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri kepada Allah". (dari Jabir Bin Abdullah)

Di Masjid Nurul Kahroba untuk tahun ini 1435 H sudah tercatat ada 6 (enam) kelompok qurban yang nama-namanya adalah sebagai berikut (gambar daftar dibawah) :

Mudah-mudahan qurbannya diterima oleh Allah SWT...Amin ya Robbal 'Alamin.

Naaah... ini dibuka  kelompok 7,  baru ada satu orang.  Ayo...siapa yang mau gabung lagi ?







album 1 (7 foto)

MASJID NURUL KAHROBA - Album -  September 2014